Kondisi Pipa Uzur Jadi 'Kambing Hitam' Loyonya Produksi Minyak RI

Kondisi Pipa Uzur Jadi 'Kambing Hitam' Loyonya Produksi Minyak RI

- detikFinance
Senin, 25 Apr 2011 11:56 WIB
Kondisi Pipa Uzur Jadi Kambing Hitam Loyonya Produksi Minyak RI
Jakarta - Produksi minyak Indonesia saat ini tak kunjung membaik. Pemerintah pun menyalahkan kontraktor migas yang tak mau mengganti pipa-pipa tua dengan pipa baru sehingga menurunkan kinerja produksi.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, secara berkala timnya melakukan survey berkala ke lapangan-lapangan migas untuk memantau kondisi produksi lapangan tersebut.

"Ada tim yang datang survei ke KKKS (Kontaktor Kontrak Kerjasama). Apakah dia sudah melakukan semua dengan standar teknik atau belum. Kita sudah melakukan karena kadang-kadang ada pipa yang harusnya diganti belum diganti bisa sebabkan unplanned shutdown," tuturnya ketika ditemui usai pelatihan petugas SPBU di Hotel Oasis, Jakarta, Senin (25/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evita mengatakan, pemantauan ke KKKS ini dilakukan sejak Januari 2011. "Kita turunkan tim dan cukup banyak yang sudah kita lakukan supaya tak terjadi unplanned shutdown," ujarnya.

Dikatakan evita, pihaknya belum merencanakan untuk revisi produksi minyak di 2011 dari rencana awal 970 ribu barel per hari (bph).

"Kami sedang melakukan diskusi bagaimana sebaiknya untuk target produksi. Kami ingin tercapai 970 ribu bph. Tapi kami juga ingin realistis," tukas Evita.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan banyaknya masalah yang dihadapi di sektor migas membuat produksi minyak Indonesia mentok di 950 ribu bph.

Turunnya produksi minyak Indonesia diakibatkan banyak faktor di samping dari adanya alasan selama ini yang terkait natural declining (penurunan alamiah), peralatan tua, atau kendala cuaca, serta unplanned shutdown.

Karena masalah tersebut, target pencapaian produksi minyak saat ini baru mencapai sekitar 911 ribu bph. Angka tersebut masih jauh dari harapan yang diinginkan.


(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads