"Tahun 2012 ya kita mungkin ada berada pada kisaran 960-970, sekitar itu," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (25/4/2011).
Target tersebut, lanjut Hatta, disebabkan adanya tren kenaikan pada tahun ini walaupun belum mampu mencapai target lifting hingga 10 tahun.Β "Makanya tahun ini sudah akan mengalami kenaikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berharap sudah bisa 2013 menjelang 1 juta barel," tegasnya.
Terkait harga minyak yang melambung, Hatta menyayangkan ketidakmampuan Indonesia dalam mengambil peluang meroketnya harga minyak dunia. Hatta mengatakan, rata-rata harga minyak dunia saat ini telah mencapai US$ 102 per barel melebihi asumsi dalam APBN 2011 yaitu US$ 80 per barel.
"Jadi memang kita harus mewaspadai juga di satu sisi kita kurang begitu beruntung, karena tidak bisa memanfaatkan harga yang tinggi karena lifting kita pun nampaknya tidak akan tercapai. Jadi ini sesuatu yang sangat disayangkan," keluhnya.
Sementara untuk asumsi harga minyak (ICP) untuk 2012, pemerintah berniat untuk membidik pada kisaran US$ 90-95 per barel.
"Kita sudah melakukan exercise harga minyak pada kisaran US$ 90-95 (per barel), itu kan sesuatu yang 2012. Sudah exercise-nya ke situ," ujarnya.
Sebagai informasi, dalam APBN 2011 asumsi lifting dan ICP yang ditentukan adalah 970 ribu bph dan US$ 80 per barel.
(nia/dnl)











































