Langkah-langkah tersebut dapat dilihat pada kartu kecil yang dibagikan dalam acara pelatihan petugas SPBU (Supervisor SPBU) yang dilaksanakan di Hotel Oasis, Jakarta (25/4/2011).
Pada kartu tersebut terdapat 7 langkah Pertamina untuk mensukseskan program pertamaxisasi. Dalam buku kecil itu juga tertera mengenai ilustrasi tanya jawab imajiner antara petugas SPBU dengan calon konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini isi kartu yang dibagikan termasuk 7 langkah yang diterapkan Pertamina kepada para petugas SPBU:
- Greeting: Dengan melakukan 3S yaituΒ Senyum, Sapa, Salam dengan tulus. "Selamat pagi/siang/sore/malam"
- Offering: Lakukan pembukaan penawaran dengan tutur kata halus. "Isi Pertamax plus/Pertamax Pak/Bu/Mas/Mbak?"
- Persuading: Melakukan bujukan kepada calon konsumen untuk mengisi Pertamax. "Mau Coba Pertamax?"
- Gaining: Apabila Pelanggan mengisi Pertamax, lakukan bujukan untuk mengisi full tank atau penuh. "Pertamaxnya full tank Pak/Bu/Mas/Mbak?". Kemudian dilanjutkan dengan prosedur. "Dari 0 (nol) ya Pak"
- Defending: Apabila Pelanggan mengisi Premium, tahan jumlah pengisian. "BBM-nya berapa liter?" Kemudian dilanjutkan dengan prosedur. "Dari 0 (nol) ya Pak"
- Giving: Saat melakukan pengisian bensin, berikan flyer atau selebaran, "Silahkan semoga informasi ini berguna untuk Bapak/Ibu/Mas/Mbak"
- Thanking : Salam perpisahan yang tulus dan berkesan, tangan mengatup di depan dada. Ucapan apabila pelanggan mengisi Pertamax, "Terima kasih telah menggunakan pertamax"Β Ucapan apabila pelanggan mengisi Premium, "Terima kasih telah mengisi BBM di Pertamina"
Berikut ini format tanya jawab imajiner mengenai persuasi petugas SPBU untuk mengajak konsumen menggunakan Pertamax, adalah sebagai berikut:
Tanya: "Nggak mau ah, Pertamax mahal banget, mendingan Premium"
Jawab: "Benar memang lebih mahal, namun pemakaian Pertamax lebih hemat dibanding Premium, juga membuat mesin lebih awet"
Β
Tanya: "Kok harga pesaing lebih murah sih dari Pertamina?"
Jawab: "Benar, karena harga Pertamax sesuai denga kualitasnya Pak/Bu/Mas/Mbak"
Tanya: "Mobil saya pakai Premium juga bisa kok"
Jawab: (Mobil bagus/di atas tahun 2005) "Benar, namun ATPM (agen tunggal pemegang merek) menyarankan menggunakan Pertamax untuk mobil Bapak/Ibu/Mas/
Mbak" (Mobil lama) "Benar, namun apabila menggunakan Pertamax akan lebih bagus lagi untuk mesin"
Tanya: "Saya pakai Premium ditambah octane booster, jadi sama aja kayak Pertamax dong"
Jawab: "Iya, namun sebenarnya octane booster itu terbukti tidak banyak menaikkan angka oktan, yang pasti dalam jangka panjang dapat merusak mesin kendaraan"
Tanya: "Jika saya mencampur Premium + Pertamax bisa gak?"
Jawab: "Bisa, mau ditambahkan berapa liter Pertamaxnya?"
(nrs/hen)











































