Hal ini disampaikan oleh Presiden SBY saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Murenbangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).
"Saudara tahu harga minyak mentah naik tajam akhir-akhir ini. Sedangkan kita masih menganut kebijakan subsidi termasuk subsidi listrik yang menggunakan BBM dan subsidi BBM itu sendiri yang besar sekali," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu, saya berharap dan mengharapkan betul para pemimpin di pusat dan daerah melakukan dan memimpin gerakan-gerakan nyata penghematan utamanya listrik dan BBM," tegasnya.
SBY mengatakan, kalau perlu dikeluarkan aturan baru oleh Pemerintah Daerah untuk segera melakukan penghematan subsidi ini.
"Dulu ketika kita hadapi krisis serupa pada 2005 kita melakukan gerakan penghematan. Terjadi lagi 2008 dan 2009, kita lakukan hal yang sama, kita berharap kita ulangi lagi," ujarnya.
"Jadi kita tingkatkan intensitas agar konsumsi BBM dan listrik bisa kita tekan dan kurangi. Saya berharap ada gerakan nyata kita semua secara total dan menyeluruh," tukas SBY.
(dnl/hen)











































