"Jangan melihat itu, omongan Pak Menkeu (Agus Martowardojo) jangan diartikan akan segera (premium akan dihapus), dalam konteks mencari subsidi yang tepat sasaran. Nggak gampang," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Shangrila Jakarta, Jumat (29/4/2011).
Hatta berkali-kali mengatakan, pada dasarnya subsidi itu harus tepat sasaran yaitu hanya untuk masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya pemerintah bukan takut atau tak berani mengambil sikap namun lebih berhati-hati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegusaran pemerintah untuk membatasi subsidi BBM, rupanya tak terlepas dari pengalaman pemerintah membatasi alokasi subsidi pupuk yang ternyata sangat sulit. Hatta menambahkan dalam kasus subsidi pupuk, pemerintah tidak mudah memberikan subsidi pada masyarakat dengan tepat sasaran.
"Pernah di praktikkan di Karawang memberikan pupuk tepat sasaran dengan memberikan sejumlah dana, tidak gampang walaupun itu bisa berjalan, itu karena mobilitas masyaralat kita, enam bulan disini, tahun depan sudah pindah lagi," katanya.
Sehingga kata Hatta, masalah single identification number (SIN) atau satu orang satu nomor kependudukan menjadi kunci dari rencana pemerintah untuk memberikan subsidi tepat sasaran. Termasuk diantaranya dalam hal pemberian subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan, seperti subsidi pupuk maupun BBM.
(hen/dnl)











































