Pengusaha Lebih Senang BBM Premium Dihapus

Pengusaha Lebih Senang BBM Premium Dihapus

- detikFinance
Jumat, 29 Apr 2011 18:39 WIB
Pengusaha Lebih Senang BBM Premium Dihapus
Jakarta - Wacana Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk menghapuskan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium disambut baik oleh pengusaha.
Kebijakan ini merupakan solusi terbaik yang diusulkan oleh pemerintah.

"Saya setuju premium dihapuskan dari SPBU," Kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa ketika dihubungi detikFinance Jumat (29/4/2011).

Erwin menilai, pengguna kendaraan pribadi (mobil) seharusnya mempunyai daya beli yang besar dan seharusnya sudah tidak perlu lagi diberikan subsidi oleh pemerintah. Sudah seharusnya pengguna kendaraan pribadi pun sadar akan hal itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang yang sudah mampu beli kendaraan berarti sudah mempunyai daya beli, jadi mereka mampu beli pertamax," ujarnya.

Erwin menambahkan, penghilangan subsidi BBM juga dapat mengurangi beban anggaran balanja pemerintah. Subsidi hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu.

"Yang penting kita dukung subsidi dihilangkan karena membebani anggaran pemerintah," tuturnya.

Menurut Erwin, subsidi untuk BBM tersebut dapat dipindahkan ke subsidi lain yang lebih membantu masyarakat Indonesia,khususnya masyarakt yang tidak mampu. Selain itu, pemindahan tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastuktur di Tanah Air.

"Subsidinya bisa dipindahkan, misalnya BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau subsidi listrik. Kelebihan subsidi juga bisa digunakan untuk infrastruktur," sambungnya.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan, pemerintah juga seharusnya memberikan solusi kepada masyarakat yang kemungkinan terkena dampak dari penghapusan subsidi BBM ini. Salah satu solusinya adalah membuka lapangan kerja untuk masyarakat kelas bawah.

"Yang terbaik adalah memperbesar lapangan kerja," ucapnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads