Demikian hal itu diungkapkan, Menteri Perindustrian MS Hidayat di acara makan siang dengan Perdana Menteri China Wen Jiabao di Hotel Syahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Sabtu (30/4/2011).
"Iya (investasi banyak) di industri listrik sama mereka mau bangun pabrik semen," katanya.
Β
Selain investasi langsung, pemerintah juga mendapat pinjaman lunak dari China. Pinjaman itu akan digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor, terutama infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan, ada sebanyak 22 penandatanganan yang dihasilkan dengan total US$ 10 miliar. Pihak China juga berjanji untuk memberikan US$ 1 miliar pinjaman lunak, dan US$ 8 miliar pinjaman komersil.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan, penandatanganan kerjasama itu sudah dilakukan hari ini.
"Iya jadi ada kesepakatan MoU senilai US$ 10 miliar. Banyak sekali itu, itu untuk pabrik semen, bidang energi, listrik, PLTA, kemudian ada juga di manufaktur pokoknya totalnya US$ 10 miliar," terang Hatta.
Secara singkat Hatta, yang juga ikut mengantar kepulangan PM China menuju bandara, menanggapi bahwa investasi tersebut pastinya digunakan untuk pengembangan infrastruktur.
"US$ 10 miliar itu untuk investasi, dari FDI (Foreign Direct Investment). Tapi juga yang paling penting adalah semangatnya untuk balance of trade itu," ungkapnya.
Investasi China di Sektor Kelistrikan Paling Dinanti RI
(nrs/ang)











































