Pengusaha SPBU: Saatnya Naikkan Harga Bensin Premium

Pengusaha SPBU: Saatnya Naikkan Harga Bensin Premium

- detikFinance
Senin, 02 Mei 2011 17:39 WIB
Pengusaha SPBU: Saatnya Naikkan Harga Bensin Premium
Jakarta - Untuk memperkecil disparitas (perbedaan) harga antara premium dan pertamax yang makin besar, sudah saatnya pemerintah berani menaikkan harga premium. Saat ini harga pertamax dua kali lipat premium.

Seperti diketahui, pertamax saat ini dibandrol Rp 9.050 per liter sedangkan premium Rp 4.500 per liter. Jika ini dibiarkan, maka pengguna premium bakal membludak.

Demikian disampaikan oleh Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Eri Purnomo Hadi ketika dihubungi sejumlah wartawan, Jakarta (2/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mengurangi disparitas harga (pertamax-premium), harus naikkan premiumnya. Supaya selisihnya gak banyak. Kalau pertamax naik terus pasti orang akan memburu premium," kata Eri.

Eri menyampaikan selisih ideal antara pertamax dan premium adalah pada kisaran Rp 2.000-Rp 2.500 per liter supaya tak banyak selisih antara kedua produk BBM tersebut.

Eri juga menilai sosialisasi atau imbauan untuk mengkonsumsi pertamax menjadi 'mentah' karena mahalnya harga pertamax.

"Pertamax naik, banyak orang akan memburu premium. Bagaimana mau beli pertamax kalau harganya semakin mahal," ujar Eri.

Maka itu, Eri menilai untuk mencegah hal ini terjadi, pemerintah bisa menurunkan pertamax atau menaikkan premium. Atau, lanjutnya, pemerintah melakukan kebijakan baru dengan menggalakkan bahan bakar alternatif seperti penggunaan gas.

"Kalau untuk infrastruktur (untuk bahan bakar gas) kan mudah. Lahan pom bensin sudah ada, tinggal investasi buat tangki BBG. Itu tidak jauh berbeda dengan investasi pom bensin dengan mengganti pertamax," terangnya.

"Kalau konverter kit-nya kan harganya nggak mahal itu. Tidak ada sepersepuluhnya harga mobil kan? Masa mampu beli mobil tapi nggak mampu beli konverter kit, tapi pemerintah harus siapkan insentif untuk konverter kit ini," tandasnya.


(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads