Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Adi Subagyo ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (4/5/2011).
"Ini sudah melebihi kuota. Karena di April kuotanya 1,891 juta KL," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adi mengatakan, konsumsi premium di April juga jauh melonjak dibandingkan realisasi di April 2010 lalu yang mencapai 1,86 juta KL.
Apakah ini karena pertamax yang mahal? "Salah satunya iya. Karena masyarakat kita sangat sensitif harga, harga naik sedikit, masyarakat langsung pindah," kata Adi.
Dikatakan Adi, seharusnya mobil bagus dan mewah mengkonsumsi pertamax, tetapi karena sensitif harga maka pengguna mobil mewah pun enggan pakai pertamax.
Ada kekhawatiran dari BPH Migas konsumsi BBM subsidi tahun ini bakal melebihi kuota yang ditetapkan sebesar 38,5 juta KL.
"Ini tergantung upaya kita untuk menekan konsumsi BBM subsidi. Nanti menjelang akhir tahun kita minta perubahan kalau tidak cukup," tukas Adi.
(dnl/qom)











































