Jika ini terjadi, maka berarti konsumsi BBM subsidi di 2011 melebihi kuota yang ditetapkan dalam APBN 2011 sebesar 38,5 juta KL. Harus ada upaya riil dari pemerintah untuk menahannya.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Adi Subagyo mengatakan, pada Agustus 2011 nanti, pihaknya akan membicarakan apakah laju konsumsi BBM bersubsidi ini bisa dibendung atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPH Migas menginginkan bahan bakar subsidi dialihkan dari premium ke gas. Namun Adi mengatakan, infrastrukturnya belum tersedia dengan baik untuk bahan bakar gas (BBG).
Selain itu, Adi mengatakan konsumsi pertamax di April lalu dikabarkan turun 12% karena harganya yang melambung tinggi akibat kenaikan harga minyak dunia.
"Tapi ini belum pasti, saya belum ada datanya," tukas Adi.
(dnl/qom)











































