"Operator blok West Madura Offshore, Pertamina 80% dan Kodeco 20%, jadi kontraknya selama 20 tahun dari 2011-2031. Hasil kesepakatan ini tidak ada kaitannya dengan rekomendasi BP Migas," ujar Staf Ahli Menteri ESDM Kardaya Warnika usai penandatanganan kontrak di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
Kardaya mengatakan, pemerintah akan tegas memutus kontrak operator blok migas ini jika kinerja operator yang dipilih jelek. "Sebab blok ini sudah siap lansgung berproduksi," imbuh Kardaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Investasi yang harus dikeluarkan operator untuk pengelolaan blok ini pada 2011-2031 diperkirakan US$ 1 miliar.
Produksi minyak di sumur tersebut membantu produksi minyak dan gas. Untuk memenuhi gas bumi PLN Gresik, PGN Jatim, Petrokima Gresik, PT Media Karya Sentosa.
(dnl/qom)











































