Pada perdagangan Jumat (6/5/2011), minyak West Texas Intermediate (WTI) light sweet pengiriman Juni naik 78 sen menjadi US$ 100,58 per barel. Harga minyak mentah kemarin ditutup merosot US$ 9,44 atau 8,6% menjadi US$ 99,80 per barel, dan untuk pertama kalinya berada di bawah level US$ 100 sejak 16 Maret.
Minyak Brent North Sea pengiriman Juni juga sudah naik US$ 1,28 ke level US$ 112,08 per barel. Kemarin minyak Brent ditutup merosot US$ 10,39 menjadi US$ 110,80 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga-harga naik tapi ini tidak biasa setelah terjadinya aksi jual masif. Kami mengamati beberapa pelaku pasar yang mempertimbangkan hal ini sebagai kesempatan untuk beli," ujar Shum seperti dikutip dari AFP.
Shum meyakini harga minyak masih akan terus bertahan di kisaran 3 digit. "Setelah semua isu geopolitik yang menyebabkan harga reli hingga 20% sepanjang tahun ini belum akan berubah," ujarnya.
Kemarin harga-harga komoditas, termasuk minyak mentah memang turun tajam seiring menguatnya dolar AS. Seperti diketahui, euro langsung merosot setelah Bank Sentral Eropa memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya di level 1,25%.
Euro diperdagangkan di level US$ 1,4614, dibandingkan sebelumnya di level US$ 1,4854. Namun dolar AS melemah atas yen ke posisi 80,12 yen, dibandingkan sebelumnya di level 80,51 yen.
(qom/dnl)











































