Misalnya saja yang dialami Pardomuan Manurung (62), warga Desa Harapan Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rohul, Riau yang terpaksa terpaksa mengeluarkan dana untuk memasang listrik di rumahnya sebesar Rp 6,5 juta.
"Orangtua kita mau membayar sebesar itu demi mendapatkan listrik. Karena sudah bertahun-tahun mengajukan penyambungan baru tidak pernah digubris PLN. Lewat seorang biro saja menjanjikan listrik akan masuk secepatnya asal membayar uang pelicin," kata Aziz Manurung anak dari P Manurung dalam perbincangan dengan detikFinance, Jumat (06/05/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah dilakukan pembayaran, memang apa yang dijanjikan biro jasa tersebut terbukti. Arus listrik usai pembayaran, esoknya langsung terpasang ke rumah P Manurung. Padahal, sudah lebih dari 5 tahun keluarga P Manurung ini mendambakan listrik namun tidak pernah digubris pihak PLN Ranting Pasir Pangaraian di bawah Cabang kantor PLN Pekanbaru.
"Pembayaran sebesar Rp 6,5 juta itu ada kuitansinya. Tapi memang biro jasa itu dapat membuktikan bahwa dengan membayar lebih dari ketentuan, penyambungan listrik dapat lebih cepat. Ya sekarang di rumah kami sudah terpasang listrik," kata Aziz.
Apa yang dialami orangtua Aziz ini, sebenarnya hampir terjadi disetiap penyambungan listrik di wilayah PLN Riau-Kepri. Pengakuan sejumlah biro, bahwa uang pelicin itu tidak semata-mata untuk kepentingan mereka saja. Kabarnya, uang tersebut juga akan dibagikan kepada sejumlah oknum PLN.
Manager Humas PLN Wilayah Riau-Kepri, Suhatman kepada detikcom menyebut, bahwa urusan biro tidak menjadi kewenangan mereka. Biro jasa itu berdiri sendiri dan memiliki aturan tersendiri. Namun demikian, pihak PLN akan menghentikan kerjasama dengan pihak biro jasa, bila memang terbukti melakukan pemerasan kepada calon pelanggan.
"Kalau biro saja hal itu bukan kewenangan kita, tapi kalau memang ada bukti kuat, kita akan menghentikan kerjasama dengan biro tersebut. Sedangkan untuk oknum PLN yang juga bermain, sepanjang ada bukti pasti kami tindak tegas. Malah sudah ada oknum PLN yang kita pecat," kata Suhatman.
Dirut PLN Dahlan Iskan sebelumnya juga mengatakan, masyarakat sebaiknya menolak jika diperas jutaan rupiah oleh oknum PLN serta calo listrik untuk penyampungan daya listrik baru. Dahlan juga mengimbau masyarakat untuk tidak memasang sambungan listrik baru lewat calo.
"Jangan mau! langsung saja ke kantor atau loket PLN. Pasti disambung. Apalagi bulan depan PLN akan melakukan program sehari menyambung satu juta sambungan," tutur Dahlan.
(cha/qom)











































