Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, ketahanan anggaran negara ini karena penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini mampu menembus sekitar Rp 8.600/US$.
"APBN masih memadai apalagi saat ini nilai tukarnya menguat," jelas Agus saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (6/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memiliki pertahanan yang cukup kuat tetapi juga kita memiliki konsekuensi karena harus mempersiapkan 20% budget untuk pendidikan tetapi kondisi sekarang kita, meski lifting minyak turun tetapi ada gas dan kondensat sehingga penerimaan kita juga ada," tuturnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian ESDM Kardaya Warnika mengatakan, dalam setahun ke belakang, rata-rata harga minyak mencapai US$ 89,5 per barel atau sudah tembus 10% di atas perhitungan APBN 2011.
Meski begitu, Kardaya mengatakan pemerintah masih belum berniat untuk menaikkan harga BBM saat ini.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sudah seringkali 'berkoar-koar' mengingatkan kepada para pemilik kendaraan mewah agar tidak menggunakan BBM bersubsidi. BBM bersubsidi hanya diperuntukan untuk masyarakat golongan ekonomi lemah dan transportasi umum.
Menurutnya kampanye agar pemilik kendaraan mewah tidak menggunakan BMM bersubsidi pun terus dilakukan untuk menyadarkan masyarakat yang mampu. Pemerintah telah menempel stiker ataupun spanduk agar golongan berada tidak menggunakan premium sebagai bahan bakar kendaraan mereka.
Diakui Hatta, saat ini kondisi minyak dunia sedang melonjak. Namun hingga kini belum ada niatan dari pemerintah untuk menaikkan harga BBM di Indonesia.
(dnl/dnl)











































