Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, wacana penghapusan premium yang sempat beredar memang bisa dilakukan, namun yang paling mungkin dilaksanakan dalam waktu dekat adalah menghapus subsidi BBM.
"Jadi bukan menghapus premium, jadi tidak semudah itu. Kalau menghapus bahan bakar kan kita harus melihat infrastrukturnya, kilangnya mampu atau tidak. Jadi yang dimaksud Menteri Keuangan adalah menghapus subsidi," jelas Evita saat ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (9/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR.
Agus menegaskan, ada dua prinsip terkait pembatasan BBM bersubisi.
Pertama, premium secara bertahap yakni dihapus dari sisi subsidi maupun produknya di pasaran. Kedua, tidak akan memberikan subsidi untuk BBM jenis pertamax yang selama ini sudah dijual sesuai tingkat keekonomiannya.
(dnl/qom)











































