"Informasi itu tidak benar, tidak ada gesture maupun surat dari CNOOC yang menyatakan hal tersebut maupun yang menyatakan kekecewaannya kepada kita. Tidak ada kaitan Angola dengan WMO," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, M. Harun saat dikonfirmasi detikFinance, Senin (9/5/2011).
Perihal pemutusan kerjasama oleh CNOOC di Blok Angola itu sebelumnya disampaikan oleh anggota DPR Satya W. Yudha. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menyayangkan mundurnya CNOOC dari WMO sehingga memicu aksi 'balas dendam'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun hal tersebut dibantah oleh Harun. Menurutnya, tidak ada kaitan antara blok Angola dan WMO. "Saya jadi bertanya-tanya kenapa banyak orang yang jadi juru bicara CNOOC," tegas Harun.
Harun juga menyatakan, kerjasama dengan CNOOC dan Pertamina di Blok Angola itu baru sebatas penjajakan dan belum tertuang dalam kesepakatan untuk mengelola blok migas di Angola.
Sebelumnya Kepala BP Migas R Priyono mengatakan CNOOC mengundurkan diri dari partisipasi saham untuk pengelolaan blok migas West Madura Offshore. Mundurnya CNOOC diakibatkan karena merasa kecewa akibat sikap Pertamina yang tidak dapat memegang komitmennya pada pengelolaan di blok migas tersebut.
Priyono menyampaikan pengunduran diri ini atas perintah dari kantor pusat CNOOC di Beijing. CNOOC merasa Pertamina tidak bisa memegang komitmen dan tidak konsisten bagi CNOOC, maka itu perusahaan migas China tersebut mengundurkan diri dari keikutsertaan di West Madura.
(qom/dnl)










































