Pada perdagangan Senin (10/5/2011), minyak WTI light sweet pengiriman Juni melonjak hingga US$ 5,37 menjadi US$ 102,55 per barel. Minyak Brent North Sea pengiriman Juni juga melesat US$ 6,77 menjadi US$ 115,90 per barel.
Victor Shum, analis dari konsultan energi yang berbasis di Singapura, Purvin & Gertz mengatakan harga minyak naik lagi terutama karena bereaksi atas anjloknya harga secara tajam pada pekan lalu yang terlalu cepat dan terlalu tajam. Harga-harga juga mulai pulih seiring positifnya data tenaga kerja dari AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sepertinya, paling tidak secara temporer, bahwa fundamental telah kembali menjadi fokus dan aksi beli pada hari ini akan mencatat apa yang akan menjadi sisi tinggi dari kisarn harga yang mungkin terjadi antara US$ 101 dan US$ 97," ujarnya.
Sementara itu, menteri energi Qatar Mohammed Saleh al-Sada mengatakan, pertemuan OPEC mendatang tidak bisa diharapkan akan membuat perubahan besar pada tingkat produksi minyak karena tingkat produksi dan suplai saat ini dinilai sudah pada level yang aman.
"Kami kira fundamental baik-baik saja dan kami tidak melihat adanya kekurangan suplai. Negara-negara OPEC dan non OPEC memproduksi dan menyuplai dan mengamankan permintaan dunia. Jelas sekali level suplai dan level cadangan masih sehat dan kita berada pada stabilitas harga minyak," ujarnya.
(qom/qom)











































