Deputy Manager Humas PLN Wilayah Riau-Kepri, Delvis Bustami mengatakan, hujan buatan ini dibuat karena wilayah Riau dan Sumatera Barat memasuki musim kemarau.
"Kita melakukan hal itu untuk mengantisipasi kekurangan pada waduk PLTA. Sebelum terjadi kekurangan debit air yang mengakibatkan akan berkurangnya energi yang dihasilkan, sehingga hujan buatan ini akan dilaksanakan sampai akhir tahun," kata Delvis kepada detikFinance, Selasa (10/5/2011) di Pekanbaru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hujan buatan ini akan dilakukan sebanyak 50 kali terbang. Tentunya untuk melaksanakan hujan buatan ini tim pelaksana akan memantau pergerakan awan di wilayah Riau dan Sumbar. Itu perlu dilakukan agar hujan buatan tidak salah turun di lokasi yang lain," kata Delvis.
Selain hujan buatan untuk mempertahankan pasokan air di waduk, pihak PLN Riau-Kepri saat ini juga menyewa pembangkit tenaga diesel 2x30 MW untuk Kota Dumai. Penyawaan yang sama 1x40 MW juga dilakukan PLN Riau-Kepri untuk kota Duri.
Pihak PLN juga akan merelokasi pembangkit listrik tenaga gas di Indramayu serta Cilacap dengan kapasitas 2x35 MW. Relokasi pembangkit ini yang direncanakan tahap I akan diselesaikan Oktober 2011 untuk Kota Duri.
"Penyewaan pembangkit ini untuk mengantisipasi pertumbuhan pelanggan PLN terus meningkat tajam di wilayah Riau," kata Delvis.
(cha/qom)











































