7 Pembangkit PLN Bermasalah, Wilayah Riau Padam

7 Pembangkit PLN Bermasalah, Wilayah Riau Padam

- detikFinance
Selasa, 10 Mei 2011 15:01 WIB
7 Pembangkit PLN Bermasalah, Wilayah Riau Padam
Pekanbaru - PT PLN (Persero) Wilayah Riau-Kepri terpaksa melakukan pemadaman listrik di jalur interkoneksita. Hal itu dimungkinkan karena adanya tujuh pembangkit listrik yang tengah bermasalah.

"Sehubungan dengan pemadaman temporer yang terjadi akhir-akhir ini, seperti yang terjadi pada 3 Mei 2011 di Pasir Pangaraian, Tandun, dan Pantai Cermin juga 2 Mei 2011 di daerah Bangkinang. Hal ini disebabkan oleh karena adanya pemeliharaan pada beberapa unit pembangkit di Sumbagselteng dan Sumbagut," kata Deputi Manager Humas PLN Riau-Kepri, Delvis Bustami dalam perbincangan dengan detikFinance di Pekanbaru, Selasa (10/5/2011).

Delvis menyebutkan, 7 pembangkit yang tengah bermasalah tersebut adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. PLTU Keramasan unit 2 (11,16 MW), revitalisasi sampai Juli 2011.
  2. PLTU Keramasan unit 1 (11,2 MW ), revitalisasi sampai September 2011.
  3. PLTG Keramasan unit 2 (11,6 MW), PO major inspection mulai 6 Januari 2011 sampai dengan 21 Mei 2011.
  4. PLTG Batanghari unit 2 ( 29,2 MW), PO major inspection sejak 4 Januari 2011 sampai dengan 28 April 2011.
  5. PLTG Keramasan unit 3 (17 MW), PO combustion inspection mulai 14 April 2011 sampai dengan 31 Mei 2011.
  6. PLTG Teluk Lembu Unit 1 (16 MW), FO gangguan sistem pembakaran sejak 28 April 2011.
  7. PLTGU Belawan GT 1.1 (128 MW), MO pemeliharaan mulai hingga Mei.
"Adanya sejumlah masalah tersebut, sehingga mengakibatkan terjadinya pengurangan daya pada sistem kelistrikan Riau. Terutama lagi pada Waktu Beban Puncak (WBP) sebesar 8 MW jika WBP mencapai 346 MW," kata Delvis.

Menurut Delvis, defisit daya yang terjadi saat ini dapat diminimalisir jika pelanggan dapat melakukan penghematan pemakaian listrik pada WBP. Terutama lagi bagi pelanggan besar seperti mal, hotel dapat menghemat penggunaan listrik.

"PLN mengimbau kepada para pelanggan untuk dapat bekerjasama menggunakan listrik seperlunya. Ketika listrik padam diimbau agar menggunakan emergency lamp sebagai penerangan untuk menghindari terjadinya kebakaran, serta menggunakan alat-alat elektronik sesuai kebutuhan," kata Delvis.

(cha/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads