Hal tersebut diutarakan Darwin ketike ditemui wartawan di Kantor Badiklat Kementerian ESDM, Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/5/2011).
"Tolong ditanyakan terlebih dahulu kepada BP Migas, karena berdasarkan UU, lifting (produksi) minyak itu adalah tanggung jawab utama BP Migas," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, yang jelas Kementerian ESDM juga sudah membentuk tim percepatan peningkatan produksi migas yang beranggotakan dari berbagai pihak yang termasuk pula dari BP Migas," tambahnya.
Dirinya juga mengakui, meski sampai saat ini target produsi belum tercapai sampai pada kuartal I-2011, pihaknya sudah melakukan upaya peningkatan produksi semenjak tahun lalu.
"Untuk diketahui, memang ada faktor unplanned shutdown yang saya kira ada kaitannya juga dengan cuaca dan pembekuan di pipa-pipa," lanjut Darwin.
Sampai saat ini produksi minyak nasional baru mencapai 916 bph. Angka tersebut masih memiliki selisih yang cukup jauh dari target yang ditetapkan sebesar 970 bph. Sebelumnya pun, Kepala BP Migas, R. Priyono menyatakan memang tahun ini agak berat untuk mengejar target tersebut.
Namun pihaknya juga menyampaikan bahwa sampai saat ini optimalisasi produksi dan upaya meminimalisir adanya unplanned shutdown dan gangguan cuaca yang mempengaruhi produksi maupun lifting minyak terus dilakukan.
(nrs/dnl)










































