BP Migas Ajak Galangan Kapal Cari Cadangan Minyak Baru

BP Migas Ajak Galangan Kapal Cari Cadangan Minyak Baru

- detikFinance
Rabu, 11 Mei 2011 17:35 WIB
BP Migas Ajak Galangan Kapal Cari Cadangan Minyak Baru
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengajak industri galangan kapal nasional dan industri pendukung untuk menunjang kegiatan hulu migas di Indonesia. Kegiatan di lepas pantai untuk mencari cadangan migas baru akan semakin marak.

Demikian disampaikan oleh Deputi Umum BP Migas, A.S Rizal Asir dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta (11/5/2011).

"Peluang bagi galangan kapal nasional sangat besar karena sekitar 70% kegiatan industri hulu migas dilaksanakan di offshore (lepas pantai)," kata Rizal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkan olehnya, kegiatan lepas pantai mencari cadangan migas baru akan semakin banyak khususnya di wilayah Timur Indonesia seperti halnya Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hal ini mengingat cekungan-cekungan di daratan sudah memasuki fase penurunan alami karena telah berproduksi sejak sebelum 1970.

Rizal menambahkan, dari data BP Migas, saat ini ada sebanyak 526 kapal yang dioperasikan rutin untuk menunjang kegiatan operasi produksi migas. Jumlah tersebut juga masih ditambah dengan kapal pendukung eksplorasi yang berjumlah sekitar 100 kapal.

"Hingga tahun 2015, setidaknya dibutuhkan sebanyak 235 kapal lagi untuk menunjang kegiatan hulu migas," terangnya.

Kebutuhan kapal tersebut sebisa mungkin dipenuhi dari dalam negeri oleh galangan kapal nasional.

"Kami berharap dalam 2-3 tahun ke depan, telah banyak pengusaha dalam negeri yang memiliki kapal Katagori C," ungkap Rizal yang menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan azas cabotage yang diamanatkan kapal yang beroperasi di Indonesia harus berbendera Indonesia.

Dia juga melanjutkan, tantangan yang dihadapi tidak akan mudah, mengingat operasi migas di lepas pantai membutuhkan teknologi, modal, dan sumber daya yang melebihi persyaratan kualifikasi lapangan migas di daratan.

Di tempat yang sama, Kepala Divisi Pengadaan dan Manajemn Aset BP Migas, Pandji A Ariaz, menjelaskan BP Migas mencoba menjembatani dan mempertemukan semua pihak terkait untuk menyelesaikan kenala yang dihadapi.

Nantinya kontraktor migas diminta membuka diri mengenai jenis kapal yang dibutuhkan, sementara galangan kapal dan industri dapat mengungkapkan kemampuan apa yang sudah dimiliki dan seperti apa potensi yang bisa dikembangkan. Pihaknya juga melibatkan perbakan nasional untuk pembiayaannya.

"Dari sinergi ini akan diketahui sejauh mana gap antara kemampuan galangan kapal nasional dengan kebutuhan kontraktor migas," katanya.

BP Migas selalu berusaa memaksimalkan penggunaan produksi dan kompetensi dalam negeri serta mengusahakan pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan di wilayah Indonesia.

"Dukungan diberikan tanpa mengesampingkan alokasi proyek dan target produksi yang telah ditetapkan," tutur Pandji.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads