Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN, Dahlan Iskan ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
"Itu (lampu LED) bagusnya kalau sedang terjadi beban puncak, kalau diganti pakai LED maka bisa sangat menghemat listrik. Misalnya di satu kota sekelas Ambon, itu keperluan listrik untuk penerangan jalan adalah sekitar 1 MW (Megawatt). Kalau itu untuk dialihkan ke rakyat (setelah menghemat melalui pemakaian lampu LED), maka bisa untuk lima ribu rumah," jelas Dahlan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, PLN mendorong semua walikota dan bupati agar mengganti lampu jalannya. Nah, kita menganjurkan agar segera mengganti dengan lampu LED," ungkap Dahlan.
Dahlan mengakui, PLN sejauh ini hanya sebatas memberi imbauan saja, dan juga memberi rangsangan penggunaan lampu tersebut. Rencananya, Dahlan akan bertolak ke Ambon dan berbicara di depan konferensi seluruh walikota di Indonesia supaya menekankan mereka agar mengubah lampu-lampu menjadi lampu LED.
"Jadi sebetulnya tidak usah berbicara tentang berapa hematnya, tapi bicarakan untuk melayani rakyat karena saving listriknya bisa dialihkan (dari penggunaan lampu LED untuk penerangan jalan)," ujar Dahlan.
"Makanya banyak sekali yang bisa dihemat. Sayang kan kalau tidak memakai LED. Kalau pakai kan, jadi walikota dan bupatinya bisa disenengi rakyat," imbuh Dahlan.
(nrs/qom)











































