Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyampaikan, industri komponen energi alternatif seperti panel surya dan lampu hemat energi di Indonesia masih sebatas perakitan saja.
"Karena masih banyak komponennya yang diimpor dari China, Jerman, dan sebagainya. Jadi belum ekonomis untuk dibuat di dalam negeri. Inilah tantangan kita bersama," tutur Darwin kepada detikFinance, Kamis (12/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan enrgi terbarukan itu merupakan langkah konkret pemerintah agar lebih banyak rumah tangga teraliri listrik, sehingga rasio elektrifikasi yang saat ini 67%, pada 2014 dapat menjadi 80%. Dengan energi surya dan air, secara teknis pengadaan listrik hingga pelosok nusantara, di gunung-gunung dan lembah jadi lebih memungkinkan," papar Darwin.
Saat ini menurutnya ada dua tantangan pengembangan tenaga listrik alternatif di Indonesia, yakni:
- Percepat penyebaran listrik bagi rumah tangga, antara lain dengan terobosan pengadaan listrik berbasis enrgi terbarukan (surya, air, mikrohidro dan sebagainya)
- Perkuat dan percepat program bangkitnya industri penunjang energi surya dan air, termasuk dengan kepeloporan BUMN dan swasta besar nasional
(dnl/qom)











































