Kompleks Refineri and Petrochemicals Integrated Development (RAPID) itu akan dibuat pada akhir 2016 karena Malaysia berambisi menjadi pusat perdagangan minyak, gas, dan petrokimia yang terintegrasi berkelas dunia.
Petronas mengumumkan, kompleks baru itu akan dibangun pada wilayah dengan luas 1.012 hektare di negara bagian Johor. Kompleks itu akan mengembangkan bisnis petrokimia Petronas sehingga bisa mendongkrak pertumbuhan sektor hilir migas Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shamsul mengatakan, proyek itu akan meliputi kilang minyak mentah, pemecah naphtha dan kompleks petrokimia dan polimer.
"Dalam istilah kontribusinya kepada pembangunan nasional, aktivitas hilir kami telah membantu memperluas dan mendiversifikasi basis industri negara dan memperkuat kapasitas untuk memenuhi permintaan BBM domestik, yang juga mendorong keamanan suplai energi Malaysia," tembahnya.
Petronas mengatakan, kilang di kompleks tersebut bisa memproduksi 300.000 barel per hari untuk jenis minyak tanah, avtur, diesel, dan minyak bakar. Malaysia tercatat sebagai produsen minyak terbesar di Asia Tenggara setelah Indonesia.
Proyek RAPID saat ini masih dalam proses detail studi kelayakan dan keputusan akhirnya akan dibuat pada akhir 2012.
(qom/dnl)











































