Ini Dia Alasan Pemerintah Naikkan Tarif Listrik di 2012

Ini Dia Alasan Pemerintah Naikkan Tarif Listrik di 2012

- detikFinance
Jumat, 13 Mei 2011 15:13 WIB
Ini Dia Alasan Pemerintah Naikkan Tarif Listrik di 2012
Jakarta - Pemerintah berencana untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 10-15% di 2012. Apa alasan pemerintah menaikkan tarif tersebut?

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan rencana kenaikan TDL sekitar 10-15% harus dilakukan mengingat anggaran subsidi listrik terus membengkak tiap tahun.

"Kita harus tahu bahwa subsidi listrik itu besar, dan subsidi listrik itu belum tepat sasaran. Karena kita tahu bahwa di tahun 2004 jumlahnya masih Rp 3 triliun. Sekarang jumlahnya sudah sampai Rp 50 triliun lebih atau Rp 57 triliun," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan tarif perlu dilakukan, karena pemerintah tidak mempunyai program khusus untuk mengurangi kucuran subsidi listrik tersebut.

"Yang TDL itu kemarin saya sampaikan bahwa memang tahun 2012 kalau seandainya tidak ada satu program yang lain yang bisa dilakukan dan betul-betul baik kita perlu penyesuaian harga TDL 10-15%. Dan ini sejalan dengan rencana jangka menengah kita," ujarnya.

Namun, Agus Marto menyatakan hal tersebut tidak mengurangi perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil. Pasalnya, pihaknya akan mengupayakan pemberian subsidi tepat sasaran.

"Nah, kita tetap akan memerhatikan bagi yang lemah. Tetapi kita juga mesti tahu, tidak bisa kalau listrik itu subsidinya tidak tepat sasaran. Karena nanti yang menikmati justru bukan individu-individu atau kelompok yang justru harus diperhatikan. Malah yang menikmati kelompok yang berpenghasilan menengah ke atas," jelasnya.

"Oleh karena itu, kami dari Kemenkeu memberikan indikasi bahwa kita harus melakukan konversi subsidi itu dari subsidi yang sifatnya umum, menjadi yang sifatnya terarah. Khusus bagi yang memang memerlukan. Dan secara umum, subsidi listrik yg sudah besar itu harus dikelola dengan baik dan jangan membengkak," tegasnya.

Agus Marto mengutarakan sebenarnya ada cara lain untuk mengurangi subsidi listrik selain menaikkan TDL, yaitu dengan menggenjot penggunaan gas dan batubara sebagai bahan pembangkit listrik menggantikan BBM.

"Inisiatif yang lain, selain meyakinkan subsidi itu jangan salah sasaran, adalah listrik harus dibuat secara efisien dengan bisa memberikan input dalam bentuk gas. Karena itu langsung memberikan efisiensi terhadap pelistrikan kita. Begitu pula untuk listrik yang bertenaga batubara dapat berjalan sesuai schedule," ujarnya.

Dengan upaya tersebut, Agus Marto yakin subsidi listrik hingga 2014 bisa menurun dengan tajam.

"Ke depan kita ingin sampai 2014, subsidi listrik yang sifatnya umum itu menurun dengan tajam karena kita akan alihkan kepada subsidi listrik yang terarah kepada yang membutuhkan," pungkasnya.


(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads