Premium Langka di Kalimantan Timur

Premium Langka di Kalimantan Timur

- detikFinance
Minggu, 15 Mei 2011 16:12 WIB
Premium Langka di Kalimantan Timur
Samarinda - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU 3 kota di Kalimantan Timur yakni Sengatta, Bontang dan Samarinda mengalami kelangkaan hingga sepekan terakhir ini. Meski begitu, premium yang dijual di eceran tetap marak.

Pengamatan detikFinance di Kota Sengatta, Kabupaten Kutai Timur, 2 SPBU tidak menjual premium disebabkan ketiadaan stok premium yang dipasok Pertamina.

Pantauan berlanjut ke Kota Bontang. SPBU yang beroperasi di kilometer 8 jalan poros Bontang-Samarinda, juga tidak menjual premium. Di SPBU itu hanya menjual BBM jenis solar. Mesin pompa pengisian BBM pun terlihat ditutupi kain penutup lantaran tidak dioperasikan pihak SPBU. Demikian halnya ditemukan pada SPBU lain di ruas jalan poros yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana ini, kok bensin (premium) kosong terus?," ujar salah seorang pengemudi roda empat, Taufik, saat berada di depan SPBU Kilometer 8 Jalan Poros Bontang-Samarinda, Minggu (15/5/2011).

Di depan SPBU tersebut, 3 pedagang premium eceran justru memiliki banyak stok premium hingga belasan jeriken berkapasitas 5 liter dan 1 liter yang dijual perbotol. Harganya pun dipastikan lebih mahal dari harga normal SPBU Rp 4.500 perliter menjadi Rp 6.000 perliter.

"Daripada mogok di jalan, mau tidak mau beli bensin eceran," ujar Taufik.

SPBU yang berada di kawasan simpang tiga jalan poros Bontang-Muara Badak-Samarinda, juga menutup operasionalnya lantaran ketiadaan stok solar dan premium.

Pemantauan terus berlanjut ke SPBU yang berada di kawasan Sungai Siring, Samarinda. Lantaran menjual premium, kontan SPBU tersebut diserbu ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat. Antrean panjang hingga 1 kilometer pun tidak terhindarkan.

"Semakin hari, kok semakin susah cari bensin di SPBU. Kalau di eceran sih banyak yang jual. Cuma harganya itu, mahal. Itupun tidak sampai 1 liter," ujar Sugiono, saat mengantre pengisian premium.

"Ini sudah semingguan bensin susah. Saya sudah lebih 30 menit mengantre. Paling 1 jam lagi premium di sini sudah habis," tambah Sugiono.

Di SPBU lainnya di Samarinda, di kawasan simpang tiga jalan DI Panjaitan-Jl Ahmad Yani-Jl Sentosa, juga terlihat antrean panjang ratusan kendaraan. Pemandangan itu sudah tidak asing lagi bagi mereka yang terpaksa mengantre pengisian premium.

"Saya sudah cek di SPBU lainnya. Saya ke sini, kebetulan ada bensin," kata Firman, warga Jl PM Noor, Samarinda.


(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads