Pertamina Klaim Suplai Cukup, Kaltim Masih Terjadi Kelangkaan BBM

Pertamina Klaim Suplai Cukup, Kaltim Masih Terjadi Kelangkaan BBM

- detikFinance
Senin, 16 Mei 2011 14:25 WIB
Pertamina Klaim Suplai Cukup, Kaltim Masih Terjadi Kelangkaan BBM
Samarinda - PT Pertamina (Persero) membantah terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Premium (BBM) Premium di 3 kota di Kaltim seperti Sengatta, Bontang dan Samarinda. Namun fakta di lapangan, kelangkaan premium di wilayah tersebut masih terus terjadi.

Pengamatan detikFinance di sejumlah SPBU di Samarinda, sejumlah SPBU tidak menjual premium melainkan hanya solar. Ratusan kendaraan roda empat dan roda dua antre hingga meluber ke jalan. Pemandangan antrean tidak normal itu sudah berlangsung sepekan terakhir ini.

Pengelola SPBU di Jl PM Noor Samarinda, memasang plang bertuliskan "Premium Habis". Pemilik kendaraan yang bermaksud mengisi premium di SPBU tersebut menelan kekecewaan lantaran tidak menjual premium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Habis, Pak. Belum tahu kapan datang lagi bensin (premium)," kata petugas SPBU kepada salah seorang pengendara roda dua di SPBU Jl PM Noor, Samarinda, Senin (16/5/2011) siang WITA.

Pantauan detikFinance berlanjut ke SPBU di kawasan Sambutan, Samarinda Ilir. Di SPBU itu, juga tidak menjual premium lantaran kehabisan stok. Pantauan berikutnya, di SPBU Jl KH Wahid Hasyim. Antrean puluhan kendaraan roda empat dan ratusan roda dua, meluber hingga ke badan jalan.

Ditanya detikFinance terkait klaim PT Pertamina (Persero) yang membantah terjadinya kelangkaan premium, diantaranya di kota Samarinda, sejumlah warga yang mengantre menyayangkan klaim Pertamina tersebut.

"Buktinya di SPBU banyak yang kehabisan premium. Kalau ada, mengantre panjang," kata Sugiharto, pengantre premium di SPBU Jl KH Wahid Hasyim kepada detikFinance, Senin (16/5/2011).

"Saya tadi cek ke SPBU di PM Noor dan SPBU di Sambutan. Nggak ada bensin (premium). Saya di sini sudah antre 1 jam-an," ujar Sugiharto.

Sugiharto meminta Pertamina turun ke lapangan melihat langsung kondisi riil kesulitan warga mencari BBM jenis premium di SPBU, tidak melontarkan pernyataan yang bertentangan dengan fakta di lapangan.

"Suruh mantau saja lah. Buktinya 'kan di lapangan. Jangan cuma bilang aman buktinya seperti ini susahnya cari premium," sebut Sugiharto yang juga berprofesi sebagai sopir pick up pengangkut sembako.

"Belum lagi di Bontang dan Sengatta, tambah susah cari bensin. Hampir setiap hari saya ke sana (Bontang dan Sengatta). Intinya, Pertamina ke lapangan saja," tegas Sugiharto.

Kelangkaan premium, tidak hanya terjadi di Sengatta, Bontang dan Samarinda. Di kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang berdekatan dengan kota Samarinda, juga mengalami kelangkaan serupa.

Kesulitan warga Tenggarong memperoleh premium terjadi di SPBU yang berada di kawasan simpang tiga jalan poros Samarinda-Tenggarong dan SPBU yang berlokasi di kawasan kantor Bupati Kutai Kartanegara.

"Susah cari bensin. Di Samarinda aja susah, apalagi di Tenggarong," kata Syaiful, warga Tenggarong, ketika dihubungi detikFinance.

Diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Media Relation Wianda Pusponegoro membantah kelangkaan BBM khususnya premium, di Sengatta, Bontang dan Samarinda. Wianda mengklaim stok BBM telah ditambah dari kondisi normal.

Tidak hanya itu, Pertamina juga mengklaim antrean kendaraan untuk mebgiusi BBM yang terjadi saat ini, berjalan normal seperti biasa.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads