Menteri BUMN Selidiki Mahalnya Bensin Pertamina

Menteri BUMN Selidiki Mahalnya Bensin Pertamina

- detikFinance
Rabu, 18 Mei 2011 15:51 WIB
Menteri BUMN Selidiki Mahalnya Bensin Pertamina
Jakarta - Kementerian BUMN akan menyelidiki kenapa harga BBM non subsidi (pertamax cs) Pertamina harganya lebih mahal ketimbang bensin yang dijual oleh SPBU-SPBU asing.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan Pertamina seharusnya berani menangkap peluang bisnis lewat persaingan harga.

"Tentu saja akan kita telusuri dan lihat supaya Pertamina jeli menangkap peluang persaingan pasar," ujar Mustafa ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini termasuk mempertimbangkan penerapan harga di tempat lain seperti Shell dan Total," imbuh Mantan Dirut Bulog ini.

Dijelaskan Mustafa, pihaknya memang belum meneliti lebih jauh mengapa harga Pertamax dipatok lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya. "Saya memang belum masuk teknis produksi dan penjualan. Tapi nanti akan dilihat," ujarnya.

Seperti diketahui, Pertamina terhitung mulai 15 Mei 2011, telah menaikkan harga BBM non subsidi jualannya. Harga jual BBM non subsidi jualan Pertamina di Jakarta dan sekitarnya adalah:

  • Pertamax : Rp 9.250/liter
  • Pertamax Plus: Rp 9.550/liter.
  • Pertamina DEX: Rp 10.000/liter.
Sedangkan SPBU Petronas masih menerapkan harga lebih rendah yakni :

  • Primax 92: Rp 9.050/liter
  • Primax 95: Rp 9.300/liter
  • Diesel: Rp 9.600/liter.
Sedangkan berdasarkan pantauan detikFinance di SPBU milik Total yang beroperasi di bilangan Warung Buncit, produk BBM yang dijual oleh perusahaan Migas Perancis tersebut juga belum mengubah harganya.

Berikut ini adalah harga BBM yang dijual oleh Total:

  • Performance 92: Rp 9.050/liter
  • Performance 95: Rp 9.500/liter
  • Performance Diesel: Rp 9.600/liter.
Β 

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads