Demikian disampaikan oleh Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji dalam Rapat Dengar Pendapat bersama dengan anggota Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011).
Perlu diketahui, sebelumnya paparan ini sudah disampaikan sebelumnya pada awal rapat dimulai. Namun ada kesalahan penyampaian data, sehingga kemudian dipaparkan sekali oleh PLN dengan data yang sudah benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Nur Pamudji menyampaikan, dari produksi tenaga listrik tersebut, tenaga listrik yang bersumber dari batubara masih mendominasi dengan capaian sebesar 12.456 GWh (capaian 96,7% dari sasaran).
Selebihnya, sebanyak 9.651,2 GWh diproduksi melalui BBM (sasaran tercapai 87,81% dari target 10.991 GWh), lalu 2.626 GWh diproduksi melalui air (sasaran tercapai 106,36% dari target 2.469,1 GWh), sebanyak 7.159,6 GWh (sasaran tercapai 95,11% dari target 7.527,7 GWh) dari gas alam, sebanyak 898,5 GWh diproduksi melalui panas bumi (sasaran tercapai 113,53% dari target 787 GWh), dan sebanyak 0,04 GWh diproduksi melalui tenaga matahari dan angin (belum ada target).
"Sedangkan, produksi listrik yang beli (Non BBM) itu dihasilkan sebanyak 10.383 GWh," tambah Dahlan.
Dari produksi listrik melalui pembelian, sasaran yang ditetapkan adalah sebesar 9.367,8 GWh. Namun, berdasarkan realisasinya, telah tercapai 110,84% mengacu target yang ditetapkan.
(nrs/dnl)










































