Kurangi BBM, PLN Bangun 3 Pembangkit Alternatif

Kurangi BBM, PLN Bangun 3 Pembangkit Alternatif

- detikFinance
Rabu, 18 Mei 2011 19:50 WIB
Kurangi BBM, PLN Bangun 3 Pembangkit Alternatif
Jakarta - PT PLN (persero) dalam rencananya terkait mengembangkan penggunaan Energi Baru Terbarukan yang selalu mengacu kepada panas bumi, hydro (air), matahari, hingga nuklir, ternyata juga memiliki 3 jenis pembangkit alternatif.

Ketiga pembangkit tersebut adalah PLTSampah, PLTBiomass, dan PLTBayu (angin). Ini dilakukan untuk bisa menekan penggunaan BBM.

Demikian disampaikan Nasri Sebayang, selaku Direktur Perencanaan dan Teknologi PT PLN dalam penyampaiannya yang dipaparkan dalam rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk pengembangan pembangkit dari EBT lainnya, selain tenaga surya, kita ada program pengembangan PLTSampah, PLTBiomass, dan PLTBayu," ungkapnya.

Berdasarkan pemaparan Nasri, berikut ini adalah program yang dikembangkan PLN untuk pengembangan PLTSampah:

  • PLTSampah Bantargebang (14 MW) sudah terkontrak dengan harga Rp 820/Kwh (tahun 1 sampai dengan 7) dan Rp 750/Kwh (tahun 8 sampai dengan 15). Rencana akan dikembangkan sampai dengan kapasitas 26 MW
  • PLTSampah Denpasar Bali (2 MW) sudah beroperasi dan konstruksi (9 MW)
  • Rencana pengembangan PLTSampah di beberapa kota besar seperti Surabaya (10 MW) dan Bandung (10 MW)
Selain itu, Nasri juga menyampaikan beberapa pengembangan PLTBiomass:

  • Potensi PLTBiomass menggunakan cangkang sawit, bagas, sekam padi, dan feed stock lainnya potensi yang cukup besar
  • PLTBiomass menggunakan cangkang sawit di Belitung (7 MW) sudah terkontrak Rp 917/Kwh (tahun 1 sampai dengan 5) dan Rp 641,25/Kwh (tahun 6 sampai dengan 15) dan beberapa lokasi tahap konstruksi di Sumut (10 MW), Bangka (5 MW), dan Gorontalo (12 MW) dalam tahap desain/pengadaan
  • Peran Swasta lebih didorong dalam pengembangan PLTBiomass melalui skema Liswas atau kontrak 'Excess Power'
Kemudian, terkait program pengembangan PLTBayu, berikut ini adalah pemaparan Nasri Sebayang:

  • Program pengembangan PLTBayu terbatas karena potensi kecepatan angin relatif rendah (3 sd 5 m/dt, kecuali pada beberapa daerah >5 m/dt)
  • Perkembangan teknologi PLTBayu untuk kecepatan rendah yang terus berkembang sedang dilakukan uji coba 'pilot project' di NTT
  • Beberapa kontrak Liswas (Listrik Swasta) sedang difinalkan, antara lain di Sukabumi (10 MW) dengan harga negosiasi Rp 870/Kwh (tahun 1 sampai dengan 8) dan Rp 790/Kwh (tahun 9 sampai dengan 15)
"Kalau pengembngan PLTBayu ini berhasil, diharapkan bisa dikembangkan lagi dengan skala yang lebih besar," tambah Nasri.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads