Demikian disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo ketika ditemui di acara The 35th IPA Annual Convention and Exhibition di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
"Jadi kita berikan isentif berupa insentif split yang lebih baik. Ini tidak hanya untuk Indonesia Timur tapi karena kebanyakan di Indonesia Timur adalah deepwater (laut dalam) dan daerahnya sulit," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau memang tidak bagus kondisi lapangannya, kita bisa turunkan lagi splitnya menjadi 70-30%. Yang menentukan split itu adalah tim dari Ditjen Migas, dan juga dari perguruan tinggi," tuturnya.
Evita menilai insentif berupa kenaikan bagi hasil tersebut cukup adil. "Kita cukup fair kok, karena ada ahli geologi, ahli produksi, dan juga ahli infrastruktur," imbuh Evita.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh menyampaikan pihaknya akan berupaya mengembangkan proyek migas di laut dalam yang banyak terdapat di Indonesia Timur.
Dirinya menilai, melalui pengembangan tersebut secara signifikan akan dapat mendongkrak produksi minyak dan gas nasional. "Kita akan meningkatkan upaya untuk mengundang investor migas demi mengejar pengembangan migas di daerah tersebut," kata Darwin.
(nrs/dnl)











































