Produksi Minyak RI Makin Memble

Produksi Minyak RI Makin Memble

- detikFinance
Kamis, 19 Mei 2011 17:52 WIB
Produksi Minyak RI Makin Memble
Jakarta - Pemerintah baru mampu capai target lifting (produksi) minyak sebesar 868,9 ribu barel per hari (bph). Angka tersebut masih jauh dari target sepanjang 2011 ini yaitu 970 ribu bph.

"Realisasi lifting rata-rata Januari-April 2011 sebesar 868,9 ribu bph, kalau rata-rata Desember 2010 sampai April 2011 sebesar 886,1 ribu bph," ujar Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers di gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Menurut Bambang, realisasi lifting Desember 2010 hingga April 2011 tersebut lebih rendah 74,3 ribu bph atau 7,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 960,4 ribu bph. Dengan realisasi tersebut, lanjut Bambang, dipastikan target lifting akan meleset.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu lagi tadi mengenai lifting, tentunya ini concern kita bersama karena target 2010 tentunya sesuai APBN adalah 970 ribu barel per hari, namun kalau kita lihat kenyataan tahun lalu sampai tahun ini tampaknya memang itu akan meleset," ungkapnya.

Bambang menjelaskan terdapat kendala dalam pencapaian lifting tersebut yaitu penurunan alamiah sebesar 12% per tahun dan belum optimalnya sumur-sumur baru.

"Apa kendalanya, kenapa lifting itu meleset, pertama memang ada usia, menurunnya produksi secara natural, kedua adalah sumur-sumur tua belum dioptimalkan," tegasnya.

Bambang menilai ada sisi positif dari kenaikan harga minyak dunia karena akan menarik banyak investor untuk masuk menggali sumur-sumur baru ataupun investasi di sumur-sumur tua.

"Harusnya hitungannya masuk kalau harga minyak tinggi, jadi kayak lingkaran setan, kalau harga minyak tinggi, investasi sumur tua menjadi bermanfaat, tapi kalau harga minyak turun itu yang sesuai harapan kita sebenarnya, tentunya investasi sumur tua itu menjadi kurang menjanjikan," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono kecewa karena produksi minyak Indonesia masih loyo di bawah target yang ditetapkan 970 ribu barel per hari. Boediono menyentil Menteri ESDM dan BP Migas untuk bekerja keras.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads