Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menjelaskan, total subsidi yang telah diguyurkan oleh pemerintah per April 2011 mencapai Rp 46,4 triliun atau 24,7% dari target APBN 2011.
Subsidi tersebut, lanjutnya, terdiri dari subsidi energi Rp 38,8 triliun atau 28,4% dari pagu dan subsdi non energi Rp 7,6 triliun atau 15% dari pagu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Purnomo memperkirakan subsidi BBM bakal melebihi target dalam APBN 2011, sehubungan dengan batalnya pembatasan BBM bersubsidi pada April ini.
"Kan ada program yang seharusnya dilaksanakan pada bulan apa itu, di APBN mengatakan pembatasan BBM itu sudah mulai pada bulan apa (Januari), itu saja sudah terlewati. Dari satu sisi itu saja sudah ada potensi, harus ada penambahan subsidi," ungkap Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo beberapa waktu lalu.
Selain itu, lanjutnya, ada faktor lain yang bakal memicu bengkaknya subsidi BBM seperti, kenaikan harga minyak Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) dan penambahan konsumsi BBM bersubsidi.
"Dari satu sisi saja jelas ada penambahan, belum lagi faktor kenaikan ICP, konsumsi yang meningkat di atas target," ujarnya.
Sayangnya, ia mengaku belum menentukan angka pasti kenaikan subsidi BBM mengingat banyaknya parameter yang terkait dengan BBM bersubsidi.
"Karena banyak exercisenya, ada dari ICP, tergantung dari kursnya, tergantung dari berapa kelebihan pagu BBM-nya, banyak faktor, banyak elemen yang harus dihitung. Belum fix karena parameternya banyak yang harus dicek lagi," ujarnya.
Ia pun urung bicara mengenai besarnya realisasi subsidi BBM pada kuartal I ini. "Ada target 3 bulanan, saya belum cek, realisasi sudah ada. Belum cek, kalau konsumsi kan bergerak terus," tandasnya.
(nia/dnl)











































