BP Migas: Kalau Pertamina Optimal, Produksi Minyak RI Bisa 1,2 Juta Barel

BP Migas: Kalau Pertamina Optimal, Produksi Minyak RI Bisa 1,2 Juta Barel

- detikFinance
Kamis, 19 Mei 2011 18:30 WIB
BP Migas: Kalau Pertamina Optimal, Produksi Minyak RI Bisa 1,2 Juta Barel
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) menyatakan jika saja Pertamina bisa bekerja lebih optimal lagi, maka lifting minyak sebesar 1,2 juta barel per hari bisa tercapai.

Hal ini mengingat sebelumnya Wapres RI Boediono sempat 'menyentil' bahwa seharusny Indonesia dapat mencapai angka 1,2 juta barel per hari.

Demikian disampaikan oleh R. Priyono, selaku Kepala BP Migas ketika ditemui di sela-sela acara The 35th IPA Annual Convention and Exhibition di JCC Senayan, Jakarta , Kamis (19/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa (1,2 juta bph), kalau Pertamina dioptimalkan daerahnya. Kalau dua tahun, jika dia (Pertamina) benar-benar kerja keras itu bisa naik. Di lapangan sendiri bisa 80.000 bph sampai 100.000 bph," ungkapnya.

Priyono sendiri menanggapi dengan antusias atas tanggapan yang dilontarkan oleh Boediono sebelumnya. Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai tanggapannya, Priyono memilih untuk tidak menjawab.

"Minggu depan deh, nanti sehabis RDP (Rapat Dengar Pendapat) kita mau buka semua, apa masalahnya, breakhtroughnya juga apa (untuk produksi dan lifting minyak). Tunggu selasa dong," pintanya.

Priyono juga menambahkan, hanya dari lapangan yang dimiliki Pertamina, lifting minyak nasional bisa terangkat. Tetapi kenyataannya sendiri, produksi dan lifting minyak nasional semenjak Mei 2011 lalu baru mencapai 916 ribu bph.

"Yang paling mudah adalah di Pertamina arena dengan KPS (Kontraktor Migas) kan kita ada kontrak internasional," terang Priyono.

Ketika ditanya lebih lanjut, jika ada ekspansi dari luar negeri oleh Pertamina tidak akan beri pengaruh menambah produksi minyak. "Apa benar? Ongkosnya tidak lebih mahal kalau dibawa dari sana ke sini? Biayanya kan lebih mahal jatuhnya," imbuh Priyono.

Bahkan, ketika ditanya peningkatan produksi dari kontraktor luar, Priyono lebih memilih Pertamina untuk bekerja lebih optimal lagi. "Cepu bisa, tapi kan Cepu operatornya itu MCL (Mobil Cepu Limited), kan lebih enak kita sesama saudara (Pertamina)," tukasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Boediono kecewa karena produksi minyak Indonesia masih loyo di bawah target yang ditetapkan 970 ribu barel per hari. Boediono menyentil Menteri ESDM dan BP Migas untuk bekerja keras.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads