Plt Kepala Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, dalam rangka antisipasi meledaknya subsidi BBM akibat tidak jadinya pemberlakuan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi dan meningkatnya harga minyak dunia, pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi, seperti penambahan anggaran untuk subsidi, penambahan volume BBM bersubsidi dan penyesuaian harga Premium.
"Ya memang kita pantau terus lah pokoknya. Langkah antisipasinya kita tambah subsidinya, tambah volumenya, atau penyesuaian lain," tegasnya ketika ditemui usai upacara Hari kebangkitan Nasional di lingkungan Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada yang paling aman, semua ada risikonya, ada plus-minusnya," keluhnya.
Menurut Bambang, jika pemerintah mengambil opsi penyesuaian harga Premium, maka akan mengancam inflasi di tengah tingginya harga minyak dan harga pangan dunia. Sedangkan, jika pemerintah mengambil opsi penambahan volume BBM bersubsidi maka dikhawatirkan akan terjadi penambahan kebocoran BBM bersubsidi.
"Kuota sama juga (tidak aman), kuota pelaksanaanya takut tidak Idi lapangan. Macam-macam lah, artinya karena hal yang baru, jadi meningkat," ujarnya.
Bagitu juga dengan penambahan anggaran untuk subsidi BBM, Bambang menilai opsi ini justru akan memberatkan anggaran. "Tambah subsidi, sama juga, itu kan memberatkan anggaran," jelasnya.
Namun, meskipun demikian, Bambang menyatakan anggaran yang dimiliki pemerintah masih mampu menopang apapun opsi yang nantinya dipilih. "Anggaran aman lah. Pokoknya aman," pungkasnya.
(nia/ang)











































