Waduh! Pertamax Eceran di Kaltim Capai Rp 11.000 per Liter

Waduh! Pertamax Eceran di Kaltim Capai Rp 11.000 per Liter

Robert - detikFinance
Jumat, 20 Mei 2011 15:35 WIB
Waduh! Pertamax Eceran di Kaltim Capai Rp 11.000 per Liter
Tenggarong - Kelangkaan BBM premium di sejumlah kota di Kalimantan Timur (Kaltim) masih berlangsung. Di kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, warga mengecer BBM Pertamax dengan Rp 11.000 per liter menyusul kelangkaan premium yang terjadi 2 pekan ini.

Pantauan detikFinance di kota Tenggarong, Pertamax eceran mudah ditemui di kawasan Tenggarong Seberang, yang berada di simpang tiga jalan poros Samarinda-Tenggarong. Warga beralih menjual Pertamax setelah sebelumnya menjual premium dengan harga Rp 6.000 per liter. Harga Pertamax di SPBU, dijual Rp 9.550 per liter sedangkan premium Rp 4.500 per liter.

"Saya baru jual 3 hari ini. Saya jual Pertamax karena bensin (premium) tidak dijual di SPBU," kata Rohim, warga Tenggarong Seberang, kepada detikFinance, Jumat (20/5/2011) siang WITA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rohim mengaku meraup banyak keuntungan dari Pertamax eceran yang dijualnya. Meski dengan harga Rp 11.000 perliter, namun warga tetap membeli lantaran terjadi kelangkaan dan antrean ratusan kendaraan di SPBU.

"Kadang ada yang beli 1 liter. Kadang ada yang beli 2 liter," sebut Rohim.

Kelangkaan premium di sejumlah SPBU di Tenggarong, memang tidak jauh berbeda dengan yang terjadi di Samarinda. Tenggarong masuk dalam tanggungjawab suplai BBM PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Samarinda. Selain Samarinda dan Tenggarong, kota lainnya adalah Melak (Kutai Barat), Bontang serta Sengatta (Kutai Timur).

Selain pedagang BBM pertamax eceran, premium juga tetap marak di berbagai ruas jalan di Tenggarong yang dikenal dengan sebutan "Kota Raja" itu.

"Terpaksa beli Pertamax karena kualitas bensin eceran yang dijual pengecer, meragukan. Ukuran tidak sampai 1 liter dan warnanya sepertin bensin dicampur," sebut Upik, warga Tenggarong.

SPBU lainnya yang berada di sekitar kantor Bupati Kutai Kartanegara, terpantau tidak menjual premium. Hingga Jumat (20/5/2011) sore WITA, warga masih kesulitan menemukan SPBU yang menjual premium.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads