Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui, dengan realisasi subsidi BBM yang telah 30% pada April ini, memang dipastikan akan ada lonjakan baik untuk penambahan kuota BBM maupun tambahan karena tingginya harga minyak dunia.
"Satu kuartal 30%, empat kuartal kalau tidak dicegah terjadi overrun. Yang kita lihat kalau business as usual maka akan terjadi pembengkakan BBM bersubsidi," ujarnya ketika ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata laporan menunjukkan penyelundupan, penyalahgunaan itu terjadi. Terjadi penyalahgunaan dan penyelundupan, kita ingin ini betul-betul dijaga, kalau kita tambah kuota tapi kuota itu digunakan untuk disalahgunakan, berat kita, itu harus ditertibkan," tegasnya.
Untuk itu, Hatta menyatakan pemerintah akan melakukan upaya-upaya pencegahan untuk mengurangi penyelundupan dan penyalahgunaan guna menajaga fiskal negara. Sayangnya, Hatta tidak menegaskan upaya yang akan dilakukan pemerintah guna mengurangi penyelundupan tersebut.
"Kita belum sampai pada keputusan untuk menaikkan harga atau apa (kurangi kuota BBM) tapi tampaknya kita melihat ada tren perpindahan dari Pertamax ke Premium itu terjadi, ini yang harus kita jangan sampai terjadi over yang berlebihan," katanya.
"Kalau sampai terjadi peningkatan tampaknya sudah kelihatan dari kuartal pertama sudah kelihatan, makanya kita tidak ingin jebol di fiskal kita, kita harus disiplin. Tapi jangan dulu kawan-kawan berspekulasi. Sementara sekarang ini upaya-upaya pencegahan penyelundupan harus dilakukan, penyalahgunaan yang kata orang bocor di jalan harus ditertibkan," tambahnya.
(nia/ang)











































