Produksi Minyak Pertamina 'Cuma' 189.000 Barel/Hari

Triwulan I-2010

Produksi Minyak Pertamina 'Cuma' 189.000 Barel/Hari

- detikFinance
Senin, 23 Mei 2011 16:08 WIB
Produksi Minyak Pertamina Cuma 189.000 Barel/Hari
Jakarta - Sepanjang triwulan I-2011, PT Pertamina (Persero) memproduksi minyak sebanyak 189.100 barel per hari (bph). Realisasi ini masih di bawah target di 2011 yang sebesar 208.100 bph.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).

"Memang ada peningkatan produksi baik dari Pertamina Hulu Energi maupun Cepu. Jadi kalau kita sampaikan bahwa rata-rata dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ini dikaitkan dengan beberapa operasi pengeboran sumur produksi," tutur Karen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun rincian realisasi produksi minyak Pertamina di triwulan I-2011 adalah:
Pertamina EP


  • Target 2011 adalah 134 ribu bph
  • Realisasi triwulan I adalah 123.100 bph
Pertamina Hulu Energi


  • Target 2011 adalah 66.400 bph
  • Realisasi triwulan I adalah
Pertamina EP Cepu


  • Target 2011 adalah 7.700 bph
  • Realisasi triwulan I adalah 9.500 bph
Untuk gas, produksi Pertamina sampai triwulan I-2011 mencapai 1.456 mscfd, masih di bawah target RKAP (rencana kerja anggaran perusahaan) 2011 yang mencapai 1.519 mmscfd.

Rincian produksi gas tersebut adalah:
Pertamina EP


  • Target 2011 adalah 1.089 mscfd
  • Realisasi triwulan I adalah 1.043 mscfd
Pertamina Hulu Energi


  • Target 2011 adalah 430 mscfd
  • Realisasi triwulan I adalah 413 mscfd
"Untuk gas, di akhir nanti itu rata-ratanya bisa 1.519 mscfd. Jadi ada peningkatan di Pertamina Hulu Energi, sehingga total migas dalam Januari itu 146.000 (barel setara minyak per hari), di Desember diharapkan bisa 470.000 (barel setara minyak per hari)," tuturnya.

Karen mengatakan, Pertamina menemukan beberpaa kendala produksi migas tahun ini terutama di lapangan-lapangan migasnya. Seperti masalah kadar air yang mengganggu produksi, lalu ada kendala teknis lainnya yang dihadapi.

"Belum lagi ada pencurian pipa dan minyak. Namun sekarang sudah berkurang pencuriannya," tukas Karen.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads