Jual BBM Subsidi, Pertamina Ngaku Rugi Rp 400 Miliar

Jual BBM Subsidi, Pertamina Ngaku Rugi Rp 400 Miliar

- detikFinance
Senin, 23 Mei 2011 17:35 WIB
Jual BBM Subsidi, Pertamina Ngaku Rugi Rp 400 Miliar
Jakarta - Perusahaan plat merah yang bergerak di bidang migas, yakni PT Pertamina (Persero) mengaku telah merugi Rp 400 miliar di triwulan I-2011. Kerugian akibat penjualan BBM subsidi

Demikian disampaikan oleh Djaelani Sutomo selaku Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina dalam rapat dengar pendapat di hadapan anggota Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).

"Untuk RKAP (rencana kerja anggaran perusahaan) 2011 adalah Rp 800 miliar dalam BBM subsidi, dengan ada tambahan margin meskinya kami bisa (untung). Tapi pada triwulan pertama kami rugi," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara persentase, dibandingkan antara RKAP triwulan I-2011 dengan realisasinya, Pertamina masih merugi hingga 152%. Lebih lanjut Djaelani mengatakan, pada realisasi triwulan I-2011, Pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 400 miliar.

"Hal ini disebabkan karena penerapan penggantian subsidi berdasarkan MOPS (Mean of Plats Singapore) bulan lalu menyebabkan adanya missmatch antara pengakuan revenue dan cost," tuturnya.

MOPS oleh pemerintah Indonesia digunakan untuk menentukan harga patokan harga BBM dalam negeri, hal ini didasari pada kondisi belum adanya harga pasar dalam negeri sehingga diperlukan acuan harga pasar terdekat (border price).

Dilanjutkan, penerapan alpha tetap saat ICP (Indonesian Crude Price/Harga Minyak Indonesia) seharga US$ 80, tidak dapat menutupi cost saat realisasi harga minyak mencapai US$ 104 (rata-rata triwulan pertama).

"Untuk elpiji PSO (elpiji Subsidi), kami menargetkan untung sampai Rp 1,3 triliun. Tapi, belum tercapai karena konversi belum selesai karena konversi elpiji belum selesai," lanjutnya.

Djaelani mengatakan, Pertamina memperoleh keuntungan Rp 800 miliar dari penjualan elpiji subsidi tabung 3 kg selama triwulan I-2011. Karena itu dari penyaluran gas dan BBm subsidi, Pertamina masih untung Rp 400 miliar.

"Secara keseluruhan untuk total PSO (subsidi minyak dan gas), kami merealisasikan keuntungan mencapai Rp 400 miliar," terang Djaelani memaparkan penyampaiannya.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads