Tiap Liter Bensin Premium Disubsidi Rp 4.500

Tiap Liter Bensin Premium Disubsidi Rp 4.500

- detikFinance
Senin, 23 Mei 2011 21:08 WIB
Tiap Liter Bensin Premium Disubsidi Rp 4.500
Jakarta - Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi saat ini membuat subsidi BBM terus naik. Ternyata pemerintah mengeluarkan subsidi Rp 4.500 untuk tiap liter bensin jenis premium.

Direktur Niaga dan Pemasaran Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan, dengan subsidi, bensin premium saat ini mencapai Rp 4.500/liter.

"Jadi tanpa subsidi (premium) mencapai Rp 9.000/liter," kata Djaelani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djaelani mengatakan, konsumsi bensin jenis premium sepanjang triwulan I-2011 mencapai 5.880.737 kiloliter (KL). Jumlah ini 2% di atas kuota yang ditetapkan. Bayangkan berapa subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

Meskipun begitu, Djaelani mengatakan, Pertamina akan terus menjaga stok bensiun premium mencapai 17-20 hari. Kelangkaan stok premium di beberapa wilayah menurut Djaleani diakubatkan kemungkinan adanya penyelundupan atau penyelewengan.

Selain itu juga masih ada kecenderungan di wilayah tambang atau industri yang mengisi BBM di SPBU. Sehingga antrean menjadi panjang. Padahal industri tak diperbolehkan menggunakan BBM subsidi.

"Sekarang juga banyak kebutuhan untuk industri yang menggunakan premium. Mereka mengisinya di SPBU," kata dia.

Djaelani menambakan, dikaitkan dengan penjualan bensin secara eceran di luar SPBU, Pertamina masih membahas hal tersebut dengan serius bersama pemerintah untuk mengatasi para pengecer.

"Karena memang bisa jadi ada kongkalingkong antara SPBU dan pengecer. Tapi ada juga SPBU yang dipaksa untuk melayani pengecer. Nah ini kami belum dapat jawaban pasti tentang ini. Apakah dilarang atau dihidupkan," tutur Djaelani.

Beberapa anggota Komisi VII DPR menanggapi hal ini dengan mengatakan harus pencegahan penyelewengan distribusi BBM subsidi harus dikoordinasikan dengan BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas) yang lebih bertanggung jawab.

Menanggapi hal tersebut, Mochammad Harun selaku VP Corporate Communication Pertamina mengatakan stok BBM yang dimiliki perusahaan plat merah tersebut masih banyak.

"Kalau oknum-oknum yang berada di daerah tersebut tidak sadar, maka kelangkaan ini bisa terjadi," kata Harun.

Harun juga mengakui pihaknya berusaha untuk mencegah adanya kelangkaan stok BBM di beberapa daerah.

"Kita juga agak sulit, karena di satu sisi kita juga harus menahan kuota agar tidak over (melebihi kuota). Tapi kalau disalurkan terus, nanti oknum-oknum itu yang ambil," ungkapnya.


(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads