Hal ini disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina M. Harun saat ditemui di Gedung DPR, Senin (23/5/2011).
"Kalau kondisi begini masak mau kita naikkin juga, kan nanti banyak yang teriak," kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau disparitas besar maka pengoplosan juga besar. Secara nasional program konversi ini menguntungkan Rp 25 triliun. Kita laporkan ke pemegang saham kondisinya," ujar Harun.
Sebelumnya dalam bahan rapat di Komisi VII DPR, sepanjang 2010 lalu Pertamina rugi Rp 3,2 triliun akibat penjualan elpiji non subsidi seperti elpiji bertabung 12 kg ini.
Sementara di triwulan I-2011 ini, jumlah kerugian yang dialami oleh perseroan akibat elpiji 12 kg sudah mencapai Rp 1 triliun.
(dnl/qom)










































