Hal ini disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
"Jadi sampai April penerimaan dari sektor migas itu 92% dari target. Penerimaan dari minyak 90% dari target dan gas itu 94% dari target," kata Priyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya penerimaan migas ini, lanjut Priyono, adalah karena harga minyak yang sempat mencapai US$ 109 per barel.
"Jadi sampai April pendapatan kotor migas kita US$ 19 miliar. Ketika sudah dibagi hasil oleh kontraktor kontrak kerjasama hasil bersihnya US$ 12,164 miliar," kata Priyono.
Priyono mengatakan, sampai akhir tahun, BP Migas memperkirakan pemerintah bisa meraup US$ 31,088 miliar dari sektor migas atau 117% dari target APBN yang sebesar US$ 26,554 miliar.
"Perkiraan tersebut dengan asumsi harga minyak rata-rata US$ 95 per barel dan gas US$ 8,19 per mmbtu," tukas Priyono.
(dnl/qom)











































