Hal ini disampaikan oleh Kepala BP Migas R. Priyono dalam rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
"Melalui penambahan proyek baru, diperkirakan di 2011, produksi akhir tahun 945 ribu bph rata-rata. Tapi itu masih ada potensi penurunan karena adanya fluktuasi produksi 12 ribu bph. Jadi prognosa 933 ribu barel per hari ini sebagai angka minimal," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada proyek baru besar seperti di lapangan Jambi Merang dan Sukowati. Lalu juga ada peningkatan produksi dari Chevron di 50 sumur. Doharapkan Juni nanati bisa menambah produksi 10 ribu bph," tutur Priyono.
Selain itu ada juga proyek dari Pertamina EP yang berkomitmen mengoptimalisasi produksinya sebesar 17 ribu bph. "Jadi Juni akan ada penambahan produksi, dan akan terus meningkat di Desember," imbuh Priyono.
Meski begitu, tetap saja produksi minyak rata-rata Indonesia tahun ini tidak akan menyentuh target 970 ribu bph.
(dnl/qom)











































