Genjot Produksi Minyak, DPR Minta Pertamina Kerahkan 5.000 Sumur

Genjot Produksi Minyak, DPR Minta Pertamina Kerahkan 5.000 Sumur

- detikFinance
Selasa, 24 Mei 2011 20:55 WIB
Genjot Produksi Minyak, DPR Minta Pertamina Kerahkan 5.000 Sumur
Jakarta - Produksi minyak dalam negeri saat ini masih megap-megap dalam mengejar target sebesar 970 ribu barel per hari (bph). DPR meminta Pertamina EP untuk mengerahkan 5.224 sumurnya untuk berproduksi maksimal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi VII DPR Teuku Riefky Harsya dalam rapat dengan BP Migas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/5/2011).

"Komisi VII DPR mendesak BP Migas untuk melakukan optimasi lapangan-lapangan milik PT Pertamina EP khususnya untuk peningkatan produksi dari 165 struktur lapangan idle yang belum dikembangan dan reaktivasi 5.224 sumur-sumur suspended untuk peningkatan potensi produksi mencapai rata-rata 200 ribu barel per hari pada 2015," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riefky mengatakan, Pertamina EP saat ini menguasai 48% wilayah kerja migas dengan produksi terbesar. Namun produksi Pertamina EP baru mencapai rata-rata 123 ribu barel per hari dan laju pengurasan minyaknya masih rendah.

"Komisi VII meminta BP Migas untuk melakukan upaya-upaya peningkatan produksi dengan peningkatan laju pengurasa pada lapangan existing khususnya terhadap lapangan0lapangan yang laju pengurasannya di bawah rata-rata nasional yang sebesar 8,8%," jelas Riefky.

Kepala BP Migas R. Priyono mengatakan Pertamina EP baru memiliki rasio pengurasan minyak dengan angka rata-rata 4,5%. Hal tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan kontraktor lain yang memililki rata-rata laju pengurasan sebesar 8%.

"Pertamina EP merupakan KKKS yang wilayah kerjanya sangat luas sebesar 138 ribu kilometer persegi. Bila wilayah kerja tersebut disandingkan dengan produksi minyak, maka Pertamina EP hanya memberi rasio sebesar 0,89 barel per hari per kilometer ersegi (status April 2011)," lanjutnya.

Menurutnya, produksi per kilometer persegi Pertamina EP masih sangat rendah jika dibandingkan KKKS lain yang rasonya tinggi seperti halnya CPI (Chevron Pacific Indonesia, Total E&P, dan sebagainya.

BP Migas mengakui produksi minyak nasional di tahun ini tak akan menyentuh target 970 ribu barel per hari (bph). Produksi minyak maksimum hanya mencapai 945 ribu bph.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads