"Berdasarkan rencana dan strategi pengembangan sektor Kementerian ESDM 2010-2014, kami menetapkan kebutuhan investasi hingga Rp 1.480 triliun dan porsi terbesar berasal dari peran swasta," kata Darwin dalam rapat kerja bersama anggota Komisi VII DPR RI serta jajaran pimpinan Kementerian ESDM di Senayan, Jakarta, Kamis (26/5/2011).
Menurutnya, sesuai dengan penyampaiannya, sumber pendanaan untuk pengembangan sektor ESDM mencakup dari pendanaan APBN Rp 80,746 triliun (5,45%), dari kalangan BUMN Rp 383,854 triliun (25,92%) dan Swasta Rp 1.016, 111 triliun (68,62%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga untuk terwujudnya pengurangan beban subsidi BBM dan listrik dan terwujudnya peningkatan peran sektor ESDM dalam pembangunan daerah," katanya.
Dilihat secara sektoral, target pencapaian pengembangan sektor ESDM pada realisasi April 2011 masih jauh dari target. Misalnya untuk kegiatan sektor minyak dan gas, penambahan jumlah wilayah kerja (WK) baru migas dan CBM (Coal Bed Methane) baru mencapai 5 WK migas dan 9 WK CBM dari target yang dipatok di 2011 sebanyak 40 WK migas dan 10 WK CBM.
Produksi migas yang diusung sebanyak 970 ribu barel per hari baru tercapai 907 ribu barl per hari. Kebijakan terhadap BBM Subsidi masih sulit diterapkan, konsumsi BBM Subsidi masih mengalami kelebihan kuota.
Adapun untuk sektor ketenagalistrikan, rasio eletrifikasi baru tercapai sebesar 67,99% dari target yang ditentukan tahun ini sebanyak 71,86%. Kemudian, target-target untuk pembangunan jaringan transmisi sepanjang 1.064 Km, Gardu Induk sebesar 120 MVA, jaringan distribusi sepanjang 15.831 Kms, serta Gardu Distribusi 370 MVA masih dalam tahap proses pelelangan. Untuk program reguler PLN dan proyek 10.000 MW tahap I yang ditargetkan tahun ini tercapai 7.146,5 MW baru terealisasi 330 MW semenjak April.
Dari sektor Mineral dan Batubara hingga April 2011 sudah ada beberapa renegosiasi kontrak karya (KK) dan perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara yang selesai (PKP2B). Pasokan batubara yang dipatok sebanyak 79 juta ton, namun hingga Maret 2011 baru tercapai sebanyak 9,4% atau sebesar 7,4 juta ton. Masih ada IUP (Izin Usaha Pertambangan) sebanyak 8.475 IUP yang masih dalam proses verifikasi.
Sedangkan, untuk sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, sudah dilakukan penetapan lokasi Desa Mandiri Energi, proses pekerjaan EPC pemipaan dan pemasangan peralatan pembangkit pada PLTP Lahendong, amandemen dan penyusunan beberapa peraturan terkait, realisasi Biodiesel sebanyak 116.449 KL, serta proses audit persiapan pelelangan untuk realisasi audit energi untuk industri dan bangunan sebanyak 185 obyek.
(nrs/hen)











































