Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan Kepala BP Migas R. priyono, dicobot dari jabatannya jika kinerja BP Migas tidak mumpuni mengurusi produksi minyak nasional.
"Demi terjaminnya pasokan migas, BP Migas harus dikendalikan betul fungsinya. Kemungkinan mengusulkan penggantian Kepala BP Migas apabila ada masukkan sudah tidak baik (kinerjanya)," ungkap Darwin saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini saya masih optimis (dengan Kepala BP Migas). Saya masih positif," tuturnya.
"BP Migas adalah badan pelaksana yang bertanggung jawab operasional. Itu task responsible, kalau Menteri ESDM sebagai tanggung jawab posisi," tambah Darwin.
Kepala BP Migas R. Priyono mengakui produksi minyak nasional di tahun ini tak akan menyentuh target 970 ribu barel per hari (bph). Produksi minyak maksimum hanya mencapai 945 ribu bph.
"Melalui penambahan proyek baru, diperkirakan di 2011, produksi akhir tahun 945 ribu bph rata-rata. Tapi itu masih ada potensi penurunan karena adanya fluktuasi produksi 12 ribu bph. Jadi prognosa 933 ribu barel per hari ini sebagai angka minimal," tutur Priyono.
(nrs/dnl)











































