Hal tersebut disampaikan Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2011).
"Untuk 2012 BBM bersubsidi kita siapkan 2 opsi kalau dilakukan pembatasan BBM bersubsidi maka volumenya 41,7 juta kiloliter. Kalau tidak pakai pembatasan maka bisa mencapai 45,6 juta kiloliter," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Evita, asumsi kuota konsumsi BBM subsidi di 2012 ini mengacu pada realisasi konsumsi di 2011.
Tahun ini, (realisasi 22 Mei 2011), dari kuota BBM subsidi sebesar 38,59 juta KL, telah terealisasi 15,46 juta KL.
Rinciannya, premium sudah dikonsumsi 9,37 juta KL dari kuota 23,19 juta KL, kerosine dikonsumsi 0,74 juta KL dari kuotanya 2,32 juta KL, solar 5,35 juta KL dari kuota 13,08 juta KL. Sementara elpiji terealisasi 1,05 juta ton dari kuota 3,52 juta ton.
(nia/dnl)











































