Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitulu menyatakan kesanggupan produksi minyak oleh 13 kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) terbesar dan 14 KKKS lainnya, hanya sekitar 882,14 ribu bph.
"Berdasarkan masukan dari KKKS hingga 30 Mei lifting minyak tahun depan sebesar 882,14 ribu bph," tegas Haposan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
"Jadi kita target tahun depan, 930 ribu bph, atau paling maksimal 950 ribu bph," tegasnya.
Menurut Haposan, target tersebut bisa dicapai dengan melakukan usaha ekstra keras melalui upaya eksternal. "Bisa, melalui eksternal seperti pembebasan lahan," pungkasnya.
Dalam RAPBN 2012, pemerintah menetapkan produksi minyak pada kisaran 950-970 ribu bph. Sedangkan, target produksi minyak tahun ini masih dipatok pada 970 ribu bph. Padahal, realisasi pada 24 Mei 2011, produksi minyak baru mencapai 906,22 ribu bph.
(nia/dnl)











































