Hal ini disampaikan Priyono ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2011).
"Kalau memang tidak dipercaya oleh DPR dan pemerintah silakan saja. Kan saya diangkat dan dberhentikan oleh presiden setelah ada persetujuan dari parlemen," tutur Priyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakui Priyono, saat ini memang realisasi produksi minyak Indonesia rata-rata baru mencapai 910 ribu bph. Jadi masih jauh dari target pemerintah di tahun ini sebesar 970 ribu bph.
Tahun depan, lanjut Priyono, dirinya juga mengatakan sulit untuk mencapai target produksi minyak sebesar 950-970 ribu bph yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Kita lihat dari data lapangan, mampu nggak lapangan itu hasilkan produksi di atas 950 bph misalnya, itu kelihatannya susah. kita lihat fluktuasi," jelas Priyono.
Sebelumnya, Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitulu menyatakan kesanggupan produksi minyak oleh 13 kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) terbesar dan 14 KKKS lainnya, hanya sekitar 882,14 ribu bph.
Haposan menyatakan target produksi minyak di 2012 mendatang bisa mencapai 930 ribu bph. Bahkan, lanjutnya, masih terdapat kemungkinan untuk memaksimalkan produksi minyak hingga 950 ribu bph.
(dnl/hen)











































