Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono ketika ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (31/5/2011).
"Kekurangannya kan impor (kurang produksi minyak). Sementara ini kan pemerintah impor terus. Sekarang sudah impor, sudah lebih dari 500 ribu barel impor kan," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih jauh, target sekarang kan 970 ribu bph, masih jauh dari sekarang yang baru 910 ribu bph," ungkapnya.
Dirinya mengingatkan, bahwa karakter memproduksi minyak tidak sama dengan pabrik. Karena pada lapangan minyak cadangannya akan habis.
Sejauh ini, tambahnya, penambahan sumur baru belum ada pada tahun ini. Sedangkan, produksi minyak di blok Cepu yang memiliki potensi besar baru bisa diangkat pada tahun 2013 nanti.
"Masih tahun depan (penambahan produksi), sedangkan kalau blok Cepu baru bisa tahun 2013," katanya.
Namun Priyono menegaskan, produksi minyak di bulan Juni mendatang harus didongkrak ketimbang bulan Mei ini yang baru mencapai 910 ribu bph.
(nrs/ang)











































